Upaya sekolah untuk cari atlet berbakat dilakukan melalui sistem seleksi yang alami namun kompetitif. Melalui turnamen internal, guru pendidikan jasmani dapat memantau secara langsung siswa-siswa yang memiliki keunggulan dalam cabang olahraga tertentu, baik itu sepak bola, atletik, bola basket, maupun voli. Jayapura memiliki sejarah panjang dalam mencetak olahragawan hebat, dan sekolah ini ingin memastikan bahwa tradisi tersebut tidak terputus. Dengan memberikan panggung bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka, sekolah memberikan motivasi ekstra bagi para remaja untuk mengasah hobi mereka menjadi sebuah prestasi yang membanggakan.
Penyelenggaraan kompetisi olahraga ini dirancang untuk melibatkan seluruh elemen sekolah tanpa terkecuali. Setiap kelas mengirimkan perwakilan terbaik mereka untuk bertanding dalam suasana yang penuh sportivitas. Kompetisi ini bukan sekadar mengejar piala atau medali, melainkan sebagai wadah untuk melatih mental bertanding. Siswa belajar bagaimana cara menghadapi kemenangan dengan rendah hati dan menerima kekalahan dengan jiwa besar. Pelajaran hidup tentang kerja keras dan konsistensi dalam berlatih menjadi nilai utama yang ditekankan oleh para pembina selama kegiatan berlangsung di lapangan sekolah.
Interaksi yang terjadi dalam ajang antar-kelas ini sangat efektif dalam mempererat tali persaudaraan antar siswa dari berbagai angkatan. Dukungan suporter dari masing-masing kelas menciptakan atmosfer yang sangat dinamis dan penuh kegembiraan. Hal ini juga menjadi sarana bagi siswa yang mungkin kurang menonjol secara akademik untuk menunjukkan keunggulan mereka di bidang non-akademik. Di SMPN 1 Jayapura, keberagaman talenta sangat dihargai. Sekolah memberikan pengakuan yang sama besarnya bagi siswa yang berprestasi di olimpiade sains maupun mereka yang berhasil mencetak gol kemenangan dalam pertandingan final sepak bola sekolah.
Selain aspek kompetisi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana promosi gaya hidup sehat di kalangan remaja. Di tengah maraknya penggunaan gawai yang membuat anak muda cenderung kurang bergerak, ajang olahraga ini memaksa siswa untuk aktif secara fisik. Mereka belajar bahwa tubuh yang kuat adalah modal utama untuk memiliki pikiran yang jernih saat belajar di kelas. Program ini juga menjadi ajang bagi sekolah untuk menjaring tim inti yang nantinya akan mewakili sekolah dalam ajang bergengsi lainnya, seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), yang menjadi tangga menuju jenjang karier atlet profesional.