Lingkungan sekolah yang bersih dan tertata dengan baik merupakan kunci utama untuk meningkatkan semangat serta kenyamanan para pelajar dalam menuntut ilmu setiap hari. Melalui program unggulan gerakan kebersihan SMPN 1 Jayapura, pihak sekolah berkomitmen penuh untuk mengedukasi siswa mengenai pentingnya menjaga sanitasi dan kelestarian ekosistem di tanah Papua. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk ciptakan lingkungan belajar yang kondusif agar para siswa terhindar dari berbagai ancaman penyakit dan dapat fokus sepenuhnya pada prestasi akademik mereka. Dengan mewujudkan lingkungan belajar sehat, sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga menjadi rumah kedua yang memberikan perlindungan fisik dan kenyamanan psikologis bagi seluruh anak didik.
Kesadaran akan kebersihan harus dimulai dari perubahan pola pikir yang paling mendasar, yaitu memandang sampah bukan sebagai masalah orang lain, melainkan tanggung jawab pribadi. Di Jayapura, tantangan menjaga kebersihan lingkungan sekolah sering kali berkaitan dengan pengelolaan sampah plastik dan limbah konsumsi harian. Oleh karena itu, gerakan ini diawali dengan penyediaan tempat sampah terpisah antara organik dan anorganik di setiap sudut strategis sekolah. Siswa diajarkan untuk memilah sampah secara mandiri, sehingga proses daur ulang atau pembuangan akhir dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien oleh petugas terkait.
Program “Jumat Bersih” menjadi agenda rutin yang paling ditunggu-tunggu, di mana seluruh warga sekolah meluangkan waktu khusus untuk membersihkan area-area yang jarang terjangkau dalam pembersihan harian. Mulai dari saluran air, halaman belakang, hingga taman sekolah dikerjakan dengan penuh semangat kebersamaan. Selain menjaga estetika, kegiatan ini sangat vital untuk mencegah bersarangnya nyamuk atau kuman penyebab penyakit di lingkungan sekolah. Udara yang segar dan lingkungan yang bebas dari bau tidak sedap secara otomatis akan meningkatkan konsentrasi siswa saat mengikuti pelajaran di dalam ruang kelas.
Selain kebersihan fisik, gerakan ini juga mencakup kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di area kantin. Para siswa didorong untuk membawa botol minum (tumbler) dan wadah makan sendiri dari rumah. Langkah sederhana ini jika dilakukan secara masif oleh ratusan siswa akan memberikan dampak pengurangan sampah yang sangat signifikan bagi lingkungan kota Jayapura secara umum. Sekolah juga mengintegrasikan nilai-nilai kebersihan ini ke dalam kurikulum muatan lokal, memberikan pemahaman bahwa menjaga alam adalah bagian dari penghormatan terhadap tanah kelahiran yang sangat kaya akan sumber daya alam.