Prioritas Pembangunan Bangsa: Benarkah Investasi SDM Kita Terabaikan dalam Gairah Ekonomi?

Di tengah geliat pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, muncul pertanyaan krusial tentang prioritas pembangunan bangsa. Benarkah investasi pada Sumber Daya Manusia (SDM) kita, terutama melalui sektor pendidikan, terabaikan dalam gairah ekonomi yang berfokus pada pembangunan fisik? Pertanyaan ini menjadi penting karena kualitas SDM adalah fondasi utama bagi kemajuan jangka panjang sebuah negara, dan menilik prioritas pembangunan bangsa akan mengungkap arah masa depan.

Pemerintah Indonesia secara konsisten menggaungkan target menjadi negara maju pada tahun-tahun mendatang. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan SDM yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Namun, jika kita menilik prioritas pembangunan bangsa secara lebih dalam, terkadang terlihat kecenderungan untuk memfokuskan anggaran dan perhatian lebih banyak pada proyek-proyek infrastruktur besar dan pertumbuhan ekonomi makro. Meskipun infrastruktur sangat penting, pertumbuhan ekonomi yang tidak didukung oleh SDM berkualitas tinggi cenderung tidak berkelanjutan.

Indikator seperti rendahnya peringkat Indonesia dalam asesmen internasional seperti PISA (Programme for International Student Assessment) menjadi alarm. Hasil PISA yang dirilis pada akhir 2023, misalnya, menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca, matematika, dan sains siswa Indonesia masih di bawah rata-rata global. Ini mengindikasikan bahwa sistem pendidikan kita belum sepenuhnya berhasil dalam membekali generasi muda dengan keterampilan berpikir kritis dan problem-solving yang esensial. Jika investasi pada pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial tidak seimbang dengan investasi fisik, maka kualitas SDM akan stagnan atau bahkan menurun.

Para pakar dan akademisi telah berulang kali menyuarakan pentingnya menyeimbangkan prioritas pembangunan bangsa antara fisik dan manusia. Misalnya, seorang ekonom dari Universitas Indonesia dalam sebuah webinar pada 12 Maret 2025 menyampaikan bahwa “pertumbuhan ekonomi yang cepat tanpa diiringi peningkatan kualitas SDM yang setara hanya akan menciptakan ketimpangan dan ketergantungan pada sektor padat modal asing.” Investasi pada pendidikan berkualitas, pelatihan keterampilan, penelitian dan pengembangan, serta jaring pengaman sosial adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang produktif dan inovatif.

Kondisi ini bukan berarti pembangunan ekonomi dan infrastruktur tidak penting, melainkan perlunya kesadaran bahwa keduanya harus berjalan beriringan dengan investasi SDM yang kuat dan berkelanjutan. Prioritas pembangunan bangsa haruslah berfokus pada keseimbangan yang holistik. Tanpa SDM yang kompeten dan berdaya saing, inovasi akan sulit tumbuh, produktivitas akan rendah, dan Indonesia akan kesulitan bersaing di kancah global. Oleh karena itu, memastikan bahwa investasi pada pendidikan dan peningkatan kualitas SDM tidak terabaikan adalah keharusan mutlak untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas.