Pendidikan berbasis kearifan lokal di SMPN 1 Jayapura diintegrasikan ke dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan intrakurikuler. Para siswa diberikan ruang untuk mendalami berbagai cabang seni, mulai dari tarian tradisional, musik menggunakan alat musik tifa, hingga seni ukir khas suku-suku di Papua. Sekolah percaya bahwa Seni Budaya Papua bukan sekadar tontonan, melainkan jati diri yang mengandung filosofi mendalam tentang hubungan manusia dengan alam dan penciptanya. Dengan mempelajari gerakan tari atau makna di balik sebuah ukiran, siswa diajak untuk memahami sejarah dan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya, sehingga tumbuh rasa memiliki yang kuat terhadap warisan leluhur mereka.
Program ini juga melibatkan para maestro seni lokal dan tokoh adat sebagai instruktur tamu di sekolah. Kehadiran mereka memberikan pengalaman belajar yang otentik bagi para siswa, di mana ilmu pengetahuan diturunkan secara langsung dari para penjaga tradisi. Dalam proses Melestarikan Warisan ini, sekolah tidak hanya terpaku pada cara-cara tradisional, tetapi juga mencoba memadukannya dengan teknologi modern. Misalnya, siswa diajak untuk mendokumentasikan ragam budaya mereka dalam bentuk video dokumenter pendek atau konten media sosial yang edukatif. Hal ini bertujuan agar Seni Budaya Papua dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat nasional maupun internasional melalui sudut pandang anak muda.
Dampak dari penguatan karakter berbasis budaya ini terlihat dari meningkatnya rasa percaya diri para siswa. Mereka tampil dengan bangga menggunakan atribut budaya dalam berbagai acara resmi maupun festival seni tingkat sekolah hingga kota. SMPN 1 Jayapura berhasil membuktikan bahwa menjadi modern tidak berarti harus meninggalkan akar budaya. Justru dengan memiliki identitas yang kuat, siswa menjadi pribadi yang lebih tangguh dan memiliki prinsip hidup yang kokoh di tengah pergaulan global. Budaya menjadi benteng pertahanan mental bagi remaja dari pengaruh negatif perkembangan zaman yang tidak sesuai dengan norma lokal.
Selain aspek seni, nilai-nilai persaudaraan dan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Papua juga terus dipupuk dalam lingkungan sekolah. Pendidikan karakter ini menjadi sangat penting di lingkungan yang majemuk seperti Jayapura. Melalui jalur Pendidikan, sekolah berperan sebagai wadah pemersatu di mana perbedaan latar belakang suku disatukan oleh rasa bangga yang sama terhadap kekayaan budaya tanah Papua. Siswa belajar untuk saling menghargai dan bekerja sama dalam melestarikan apa yang menjadi milik bersama, sehingga tercipta harmoni dalam lingkungan belajar yang kondusif.