Pendidikan modern kini tidak lagi hanya terpaku pada penguasaan materi pelajaran secara kognitif, tetapi juga pada pengembangan aspek afektif. SMPN 1 Jayapura menyadari bahwa untuk mencetak generasi yang sukses, siswa harus dibekali dengan kemampuan mengelola perasaan diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, sekolah ini menjadikan metode diskusi kelompok sebagai sarana utama untuk mengasah kemampuan interpersonal siswa. Melalui interaksi yang intens di dalam kelompok-kelompok kecil, siswa diajak untuk tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga bersikap empati dan bertanggung jawab atas dinamika emosi yang terjadi selama proses pertukaran ide.
Kegiatan diskusi kelompok di SMPN 1 Jayapura dirancang agar setiap siswa memiliki peran aktif dalam menyampaikan pendapat. Namun, tantangan terbesarnya bukan pada bagaimana cara berbicara, melainkan bagaimana cara merespons perbedaan pendapat dengan kepala dingin. Di sinilah aspek kecerdasan emosional dilatih secara nyata. Siswa diajarkan untuk tidak mudah tersinggung saat idenya didebat, dan sebaliknya, belajar cara menyanggah pendapat orang lain tanpa harus melukai perasaan. Proses dialektika ini merupakan laboratorium sosial yang sangat efektif untuk mematangkan kedewasaan mental remaja di lingkungan sekolah.
Para guru di SMPN 1 Jayapura berperan sebagai fasilitator yang mengamati jalannya interaksi. Saat terjadi ketegangan dalam diskusi kelompok, guru tidak langsung memberikan solusi, melainkan memancing siswa untuk mengenali emosi yang sedang mereka rasakan. Teknik ini membantu siswa untuk membangun kesadaran diri (self-awareness). Dengan mengenali emosi seperti marah, kecewa, atau tidak sabar, siswa dapat belajar untuk mengendalikan respons mereka agar tetap profesional dan produktif. Kemampuan mengelola emosi dalam situasi yang menekan adalah salah satu inti dari kecerdasan emosional yang sedang diupayakan sekolah.
Selain itu, manfaat dari diskusi kelompok adalah tumbuhnya rasa empati antar teman sejawat. Dalam sebuah tim, siswa akan menyadari bahwa setiap temannya memiliki kecepatan pemahaman yang berbeda-beda. Siswa yang lebih cepat memahami materi diajarkan untuk bersabar dan membantu temannya yang masih kesulitan. Kolaborasi ini memperhalus perasaan mereka dan menjauhkan sifat egois. Melalui aktivitas ini, SMPN 1 Jayapura ingin membuktikan bahwa kerja sama tim yang baik hanya bisa terwujud jika setiap individunya memiliki kecerdasan emosional yang baik pula untuk saling mendukung satu sama lain.